Protes Hati

Posted in Sebatas kata on Juli 3rd, 2013 by Si Maya

Jeng….jeng….. rasanya dalam hati ini lagi pada demo. Demo turunkan ego

Astagfirullah…..

Apa yang ku rasa ini dari hati atau pikiran sih?
bingung…….

Kenapa sih harus terjebak lagi dan lagi dengan perasaan seperti ini
Cape tau begini terus.. woy pergi dong

Ingin ku tendang ajah deh neh perasaan sakit hati dan perlakuan ketidak adilan

dia beri aku kepercayaan untuk pekerjaan itu tapi dia juga yang tidak percaya dengan hasilnya

Ya ALLAH aku bisa karena KAU memberikan ku kekuatan, karena KAU aku bisa kuat menerima semua beban kerja ini

Apa yang harus aku lakukan dengan perasaan ini, aku ingin diam tapi aku merasa tak nyaman harus setiap hari merasakan seperti ini

 

Kecewa

Posted in Renunganku, Sebatas kata on Juli 2nd, 2013 by Si Maya

Sudah lama tidak mengunjungi blog ini, setelah sekian lama berkutat dengan rutinitas pekerjaan.
Ingin rasanya meninggalkan semua ini, pergi entah kemana. Kecewa yang tak kunjung sembuh menuai buahnya.
Akhir-akhir ini aku sudah tenggelam dalam kejenuhan hati ini. Merasa diasingkan, diberi kepercayaan namun tidak dipercaya.

Entah aku harus berbuat apa, pendapat yang tak didengar, serasa tidak dianggap. Aku harus bagaimana ya ALLAH…

apakah selama ini aku yang salah? memendam semua perasaan ini dan sampai akhirnya pada titik ini. Titik dimana aku merasa sudah tak sanggup dan ingin keluar. Tapi apakah dengan lari aku bisa menyelesaikan semua ini. Aku harus percaya dengan siapa disini ya ALLAH?

Aku tau aku salah mengadu pada manusia, tapi aku belum bisa menahan rasa ini.

Apakah semua tempat kerja seperti ini? aku ingin merasakan berkumpul dengan teman-teman yang buat aku nyaman dan saling menasehati, tidak seperti di sini. Di sini keegoan yang diutamakan, tidak aku pungkiri akupun seperti itu, namun untuk kepentingan bersama apakah harus seperti ini. Aku ingin semua berjalan baik karena usahaku selama 2 tahun tak ingin sia-sia.

Aku masih ingin berguna bagi orang banyak, aku masih ingin diberi kesempatan mengolah potensi ku. Beri aku kesempatan ya ALLAH, dan jauhkan aku dengan orang-orang yang hanya memanfaatkanku saja. Tempatkan aku dengan orang-orang yang saling mengasihi dan menyayangi karena-MU. Jauhkan aku dari prasangka buruk.

Jika aku salah tegurlah aku dan maafkan aku. Jika memang apa yang aku rasakan disini adalah salah, bimbinglah aku ya ALLAH.

Semangat ini tak seperti dulu, menahan rasa ketidak adilan ini membuat aku tak berdaya melawannya. Aku akan diam dalam tangisku, bantu aku untuk melaksanakannya ya ALLAH. Bismillah

Berubah menjadi lebih baik.. SEMANGAT!!!!!!!ALLAHUAKBAR

Penyakit BEJ

Posted in Renunganku on Desember 5th, 2012 by Si Maya

Penyakit BEJ

By jamilazzaini

Banyak orang lahir di tahun yang sama, sekolah atau kuliah di tempat yang sama, tetapi setelah tua nasib mereka berbeda. Ada yang hidupnya semakin SuksesMulia namun ada yang hidupnya justru semakin sengsara. Ternyata, mereka yang hidupnya rata-rata atau bahkan di bawah rata-rata memiliki pola yang seirama. Orang-orang ini punya penyakit yang sama, penyakit BEJ.

Apa itu penyakit BEJ? BEJ yang saya maksud bukan Bursa Efek Jakarta, tetapi Blame, Excuses, Justify.

Blame adalah kebiasaan menyalahkan orang atau lingkungan di sekitarnya. Saat menyusun skripsi tidak kunjung tuntas, dosen pembimbing yang menjadi sasaran kesalahan. Setelah bekerja, hobinya menyalahkan kebijakan perusahaan, atasan, mitra kerja dan bawahan. Sebagian mereka ada yang menyalahkan orang tua. “Mengapa aku dilahirkan oleh orang tua yang salah?” Bahkan ada yang lebih berani lagi, menyalahkan Sang Pencipta. “Tuhan memang tidak adil kepada saya!”

Bila kebiasaan menyalahkan atau Blame ini terus dipelihara, maka orang tersebut semakin tua hidupnya akan semakin tersiksa. Walau dalam stadium ringan, penyakit Blame harus segera Anda sembuhkan, tidak boleh ditunda-tunda.

Penyakit kedua adalah Excuses alias pandai membuat alasan. Orang yang punya penyakit ini sangat ahli membuat alasan. Saat orang lain sibuk menyiapkan alternatif baru untuk mencapai target, mereka justeru sibuk menyiapkan alasan mengapa target tidak tercapai. Bahkan saat orang tuanya sakitpun, mereka tega-teganya membuat alasan untuk tidak menemani atau meringankan beban orang tua. Menjadi ahli itu penting, tetapi bukan ahli membuat alasan.

Adapun mereka yang mengidap penyakit Justify selalu mencari pembenaran atas kesalahan yang telah dibuatnya. Kata-kata yang sering terucap dari mulut orang yang punya penyakit ini adalah, “Saya kan bukan malaikat, pekerjaan saya kan bukan hanya ini.” Bahkan ketika berbuat dosapun ia membuat pembenaran, “Ah, sekali-kali gak apa-apa, orang lain jauh lebih sering…”

Bila kehidupan Anda ingin terus bertumbuh dan di atas rata-rata maka jauhilah penyakit BEJ, kalau sudah terjangkit segera obati. Mengobatinya tidak perlu ke dokter dan tidak perlu biaya. Yang diperlukan cuma tekad, kemauan dan berlatih untuk terus menjauhinya dalam kehidupan nyata. Obatilah penyakit BEJ sekarang juga sebelum ia berkembang menjadi penyakit pada stadium yang sulit disembuhkan…

Salam SuksesMulia!

 

Tags: , , , ,

Tidak berjudul

Posted in Sebatas kata on November 27th, 2012 by Si Maya

Hati………dia tidak pernah berbohong, apa yang dirasakan terpancarlah melalui ekspresi wajah. Hanya saja perasaan membuyarkan apa yang dilihat dan apa yang ada di dalam hati. Ketika sedih, wajah bisa saja tersenyum namun senyum itu terasa hambar. Basa-basi hanya memecah kesuyian saja. Antara pilihan bersyukur atau tidak, ada gejolak yang ingin lepaskan kegundahan. Ingin rasanya pergi meninggalkan ketidakpastian ini. Jika semua hanya fatamorgana, dimana dunia yang nyata itu. Kearah mana harus melangkah, jika dipersimpangan banyak kesenangan yang ditawarkan.
Meskipun itu fatamorgana kapan dia akan menghilang dalam pikiran ini. Ingin rasanya pergi meninggalkan ketidakpastian ini.
Bimbang menemani setiap langkah.
Percaya akan adanya Hari Esok yang Lebih Baik bukan? mengapa harus bimbang hai ?
Dalam keramain terasa sunyi………………………………………………………………………….

Tags: ,

go to the GA to the LAU

Posted in Sebatas kata on November 21st, 2012 by Si Maya

Jreng jreng jreng bener kagak yah neh mau nulis tema GALAU
:roll:

GALAU.. GA LAh yaU hahahahaha :lol:
GALAU sekarang lagi merajalela dikalangan manusia zaman sekarang gak tua gak muda GALAU mulu

Ampun dah udah  satu bulan lebih kena peyakit ya “SALAAAAAAAAAAAAAM” (dari belakang yah bacanya)
Terus apa hubunganya ya “SALAM” itu dengan “GALAU” ??????(tanya hati) :twisted:
Aqu merasa jenuh dengan rutinitas pekerjaan, monotonnnnnnnnn
Setiap ada masalah, padahal masalahnya kecil tapi susah banget rasanya diselesaikan
faktornya bisa karena fasilitas, teman satu kerja dan lain-lain
________________________________________________________

Akibat rasa “GALAU” ittuhlah si ya “SALAM” kambuh malah udah Stadium Akhir… semua pekerjaan ditunda2 dan akhirnya menumpuk..      c a p e d e h :shock:

Optimis Sajalah

Posted in Academic on November 21st, 2012 by Si Maya

Optimis Sajalah
Album : Optimis Sajalah
Munsyid : Tashiru

Setiap manusia menginginkan kebaikan
Dalam menjalani kehidupan di dunia
Meski terkadang semua yang diinginkan
Ternyata hanyalah impian

Setiap manusia mendambakan bahagia
Bila esok hari kan menyapa dirinya
Walau kenyataannya tiadalah tergenggam
Yakinilah nanti kan datang

Reff:
Pabila terjadi sesuatu terhadap manusia
Jangan berpikir untuk berputus asa
Kembalikan semua pada Yang Esa saja

Mulailah

Berbenah diri hadapi yang terjadi
Raihlah dengan penuh percaya diri
Tingkatkan iman dan taqwa kepada Ilahi

Download

Sebatas Kata-2

Posted in Renunganku, Sebatas kata on November 19th, 2012 by Si Maya

Bertemu.. berpisah adalah takdir-Nya
Tapi mengapa pertemuan harus menyisakan penyesalan dan perpisahan harus meninggalkan kesakitan
Entah sampai kapan menipu hati, harus kapan jujur pada hati ini

Sekuat apapun melupakan apa yang terjadi semakin malu mengapa itu semua terjadi
Sudah banyak hati yang tersakiti..
Aku ingin pulang Tuhan dalam kedamaian hati
Tak ingin seperti ini

Jika raga ini sudah tak pantas disini, mohon ijinkan aku pergi
Pergi meninggalkan penyesalan yang terkubur
Jika raga ini sudah tak sanggup menahan perasaan yang bersalah
Aku ingin kembali meninggalkan raga yang tak bersalah

Ciri Kedewasaan

Posted in Hanya Berbagi on November 5th, 2012 by Si Maya

Merasa belum dewasa padahal umur udah kepala 2 T_T

Ciri Kedewasaan

Oleh : KH Abdullah GymnastiarManajemenQolbu.Com : Alhamdulillaahirabbil \’aalamiin, Allahuma shalli \’ala Muhammad wa\’ala
aalihi washahbihii ajmai\’iin,Semoga Allah yang Mengenggam langit dan bumi, membuka pintu hati
kita semua agar dapat memahami hikmah dibalik kejadian apapun yang menimpa dan semoga Allah
membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun dengan sikap terbaik kita.Ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam
berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam
mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia lihat biasanya selalu
dikomentari.Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua hal dikomentari.,ketika dia
melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari,ketika menonton televisi misalnya ;
komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton . Penonton tv yang dewasa itu
senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan (tentunya acara yang
bermanfaat) dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh.Ketika menyaksikan demonstrasi dia bertafakur.. \”beginilah kalau negara belum matang, setiap
waktu demo,kata-kata yang dikeluarkan jauh dari kearifan\”\”ternyata sangat mudah menghina,
mencaci, dan memaki itu\” Seseorang yang pribadinya matang dan dewasa bisa dilihat dari
komentar-komentarnya,makin terkendali Insya Allah akan semakin matang.

Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-anak biasanya belum dapat meraba
perasaan orang lain, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain
berarti belum dapat disebut dewasa. Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat
dan meraba perasaan orang lain. Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana dapat dilihat dari sikap
terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena menyuruh, walaupun sudah merasa menggajinya tetapi
bukan berarti berkuasa,bukankah di kantor ketika lembur pasti ingin dibayar overtime ? tetapi
pembantu lembur tidak ada overtime ? semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan
semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain Insya Allah akan
semakin bijak. Percayalah tidak akan bijaksana orang yang hidupnya hanya memikirkan perasaannya
sendiri.

Orang yang dewasa, cirinya hati-hati (Wara’),dalam bertindak. Orang yang dewasa benar-benar
berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik,tiap tutur kata , dia tidak mau
jika harus menanggung karena salah dalam mengambil sikap. Anak-anak atau remaja biasanya sangat
tidak hati-hati dalam bercakap dan mengambil keputusan.Orang yang bersikap atau memiliki
kepribadian dewasa (wara’) dapat dilihat dalam kehati-hatian memilih kata, mengambil
keputusan,mengambil sikap, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh.

Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar), kita ambil contoh ; didalam rumah
seorang ibu mempunyai 3 orang anak, yang satu menangis, kemudian yang lainnya pun ikut menangis
sehingga lama-kelamaan menjadi empat orang yang menangis , mengapa ? karena ternyata ibunya
menangis pula. Ciri orang yang dewasa adalah sabar, dalam situasi sesulit apapun lebih tenang,
mantap dan stabil.

Sahabat-sahabat, seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah, memiliki
kemampuan untuk bertanggung jawab.

Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab, sebagai
contoh ; seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara mencari nafkah
yang halal dan mendidik anak istrinya ? Bukan masalah kehidupan dunia ,yang menjadi masalah
mampu tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akherat nanti ? Ke surga atau
neraka? Oleh karena itu orang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan
anak-anaknya di dunia dan akherat.

Pernah ada seorang teman menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, ketika ditanya tentang
sholatnya ? ternyata tidak berjalan dengan baik karena orang-orangnya tidak ada yang sholat
sehingga melakukannya pun kadang-kadang, apalagi untuk shalat Jumat jarang dilaksanakan, dengan
alasan masjidnya jauh.

Lalu kenapa disekolahkan di Luar Negeri ? alasannya adalah sebentar lagi globalisasi., ketika
perdagangan bebas anak harus disiapkan. Tetapi bagaimana jika sebelum perdagangan bebas anaknya
meninggal dunia ? sudah disiapkan belum pulang ke akherat? orang yang dewasa akan berpikir keras
bagaimana anak-anaknya bisa selamat? Jangan sampai di dunia berprestasi tapi di akherat celaka.

Saudaraku tidak cukup merasa bangga dengan menjadi tua, mempunyai kedudukan,jabatan,karena
semua itu sebenarnya hanyalah topeng, bukan tanda prestasi. Prestasi itu adalah ketika kita
semakin matang, dan semakin dewasa .

Kesuksesan kita adalah bagaimana kita bisa memompa diri kita dan menyukseskan orang-orang
disekitar kita, kalau ingin tahu kesuksesan kita coba lihat perkembangan keluarga kita, istri
dan anak-anak kita maju tidak? lihat sanak saudara kita pada maju tidak? Jangan sampai kita
sendirian yang maju, tapi sanak saudara kita hidup dalam kesulitan, ekonominya seret, pendidikan
seret.,sedang kita tidak ada kepedulian. Berarti itu sebuah kegagalan.,kedewasaan seseorang itu
dilihat dari bagaimana kemampuan memegang amanah ? Wallahu’alam (and/mikha)[manajemenqolbu.com]**

Tags:

Moralitas Agama Benteng Menghadapi Godaan

Posted in Indahnya on Oktober 28th, 2012 by Si Maya

Ustadz Fikri
Hanya agama yang mampu membentengi diri dari gangguan eksternal.
Ada saat pertemuan ada saat perpisahan, ada saat mudah ada saat sulit, ada saat jaya ada saat terpuruk, berputar hari itu supaya manusia merasakannya.
Bagaimana sikap seorang muslim menghadapi perubahan2 yang begitu cepat terjadi? tidak lain tidak bukan kita memperkuat iman kita kepada ALLAH SWT, dengan:

  • Mengisi hati, membersihkan hati
  • Menanamkan tauhid, LailahailALLAH muhammadarasulullah

Untuk menghadapi ujian dunia maka kuncinya adalah bersandar hanya kepada ALLAH.
ALLAH telah memberikan metodologi untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan doa-doa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Banyak orang pintar tapi sedikit yang benar, akibat dari hanya otak yang diisi sedangkan hati dibiarkan kosong. Kebanyakan iman hanya diucapkan secara lisan namun sekuler dengan perbuatan. Hanya nilai-nilai keimanan lah yang mampu menyadarkan kita darimana, mau apa dan kemana kita akan pulang.Jika kita berimana kepada ALLAH konsekuensinya adalah mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, namun iblis menjadi penggangu bagi umat manusia.

> Bagaimana cara kita merubah hal-hal negatif disekitar kita?
Ada beberapa tahapan:
1. Dengan kekuasaan, jika kita mempunyai kekuasaan, jika tidak
2. Dengan tangan, jika tidak bisa
3. Dengan ucapan yang baik agar dapat mengena, jika tidak bisa
4. Diam dengan berdoa kepada ALLAH mudah-mudahan diberikan hidayah
> Bagaimana menjadi hamba yang kona’ah dan bagaimana kiat menumbuhkan hati kita bahwa apapun yang kita kerjakan disaksikan oleh ALLAH?
Kona’ah: apa adanya dan merasa kecukupan
Kona’ah adalah harta yang tidak ada habis-habisnya
Yang membuat kita kona’ah adalah karena kita percaya kepada ALLAH, semua usaha kita sesuai dengan ketentuan dari ALLAH. Orang-orang mu’min yg sejati dan peduli dia malu terhadap ALLAH secara lahir dan batin. Rasa dan yakini bahwa ALLAH menguasai diri kita, saat ALLAH memberikan kemudahan kita harus memberikan apa yang terbaik bagi lingkungan sekitar. Yakinilah nikmat ALLAH sangat besar bagi kita semua.
Hidup apa adanya bukan hidup ada apanya. Islam mengajarkan kepada kita sabar atas ujian dan syukur atas nikmat yang diberikan kepada kita.

Kesimpulan:
Hanya manusia yang mampu menyadari kehadiran-Nya lah yang mampu menghindari hal-hal negatif dari lingkungan ataupun dirinya sendiri.
1. Ingat kebesaran ALLAH SWT dan ALLAH Maha Melihat dan Maha Mendengar
2. Mari sama-sama mulai hari ini memperbaiki diri

Tags: ,

Daun

Posted in Sebatas kata on Oktober 27th, 2012 by Si Maya

Daun………
banyak rupamu
warna sejuk terlihat
tapi ada juga warna terang dan gelap
selalu mengikuti angin kemana dia berhembus
mendayu-dayu
melambai-lambai
mencoba tak terlepas dari ranting
tapi ketika waktumu tiba
kau pergi meninggalkan ranting
dan jatuh begitu saja
rantingpun membiarkannya
kadang dengan angin kau pergi
kadang lewat aliran sungai kau terbawa
dan kadang kau harus membusuk di tanah
Betapa hebatnya kau
kuat menjalani hidup
walaupun tetap setia dengan ranting

Karya: “Si Maya” mau nyatet

Tags: ,