Introduction ASP.Net
Download tutorial
Download tutorial
Kali ini saya akan memberikan tutorial javascript menjumlahkan dua bilangan dengan menggunakan fungsi. Fungsi??
Bagi yang belum tau fungsi disini adalah sekumpulan kode-kode Javascript yang jika dijalankan akan menghasilkan atau mengerjakan suatu tugas tertentu. Fungsi juga dapat disebut sebagai modul atau subprogram dari seluruh script atau program javascript. Pada kenyataannya, script javascript dibentuk oleh sekumpulan fungsi-fungsi yang berbeda.
Sintaks Fungsi:
function namaFungsi(parameter) –> parameter optional:boleh diisi boleh juga tidak
{
ekspresi
ekspresi
…..
}
Kapan neh prakteknya :0, hehehe oke kita lanjutin yuk prakteknya. Bingung juga bacanya heheheh ![]()
Langsung ke TKP .. ![]()
Yuk Mari, lho ko jadi bencis gitu – -a (lagi…)
Teman-teman sekalian pasti sudah tidak asing dengan PHP apalagi bagi anak-anak informatika ataupun jurusan yang berhubungan dengan sistem informasi atau ilmu komputer. Tapi apakah temen-temen tau apa itu PHP? Berdasarkan buku yang aku baca berikut sejarah PHP.
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Jika dilihat
dari versi peratamanya bahwa PHP terdiri dari sekumpulan script PERL yang digunakan untuk mengelola data form dari web. Kemungkinan bahwa PHP singkatan dari Perl Hypertext Preprocessor. Pada awalnya PHP bernama FI(Form Interpreted) setelah Rasmus melepaskan kode sumbernya, maka terbentuklah nama PHP/FI(Personal Home Page/Form Interprenter). Sejak itulah bersifat open source.
Pada bulan November 1997, PHP/FI versi 2.0 berhasil dirilis. Pada rilis ini interprenter sudah di implementasikan dalam bahasa C. Masih pada tahun yang sama sebuah perusahaan bernama Zend menuis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Pada bulan Juni 1998 Zend kembali merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan nama rilis tersebut menjadi PHP 3.0. Kemudian pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis kembali interpreter PHP baru dengan nama PHP 4.0. PHP 4.0 merupakan versi PHP yang paling populer di kalangan programmer web. Alasan yang menjadikan versi 4.0 ini begitu banyak diminati adalah kemampuannya untuk membangun aplikasi web yang kompleks, namun
tetap stabil dalam kecepatan proses dan stabillitas yang tinggi.
Mulai pada bulan Juni 2004, PHP 5.0 kembali dirilis oleh Zend. Versi ini adalah versi mutakhir dari PHP. Pada versi ini juga dikenalkan model pemrograman berorientasi objek baru untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah pemrograman berorientasi objek.
Kelebihan PHP
Diantara maraknya pemrograman server web saat ini, yaitu ASP yang berkembang menjadi ASP .NET, JSP, CFML. dan PHP. Jika dibandingkan di antara 3 terbesar pemrograman server web tersebut, terdapat kelebihan dari PHP itu sendiri, yaitu:
1. PHP merupakan sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaannya.
2. PHP dapat berjalan pda web server yang dirilis oleh Microsoft, ISS atau PWS juga pada Apache yang bersifat
open source
3. Karena sifatnya yang open source, maka perubahan dan perkembangan interpreter pada PHP lebih cepat
dan mudah, karena banyak milis-milis dan developer yang siap membantu pengembangannya.
4. Jika dilihat dari segi pemahaman, PHP memiliki referensi yang begitu banyak sehingga sangat mudah
untuk dipahami.
5. PHP dapat berjalan pada 3 operating system, yaitu :LINUX, UNUX, dan Windows, dan juga dapat dijalankan secara runtime
pada suatu console.
Kelemahan PHP
Seperti pemrograman aplikasi atau web lainnya, PHP pun memiliki beberapa kelemahan, diantaranya:
1. Tidak ideal untuk pengembangan skala besar
2. Tidak memiliki sistem pemrograman berorientasi objek yang sesungguhnya (sampai versi 4 ini).
Namun pada versi PHP 5 sudah dilengkapi OOP yang sesungguhnya.